Laman

Jumat, 20 September 2013

Teori Kepemimpinan- Teori Sifat dan Teori Situasional

TEORI SIFAT

Teori sifat kepemimpinan (trait theories leadership) adalah teori yang membedakan karakteristik khas (fisik, mental, dan kepribadian) para pemimpin dengan dari mereka yang bukan pemimpin dengan cara berfokus kepada berbagai sifat dan karakteristik pribadi.

Fisik
studi mengenai hubungan antara kepemimpinan yang efektif dan karakteristik fisik bisa berupa usia, tinggi badan, berat badan, dan penampilan memberikan hasil-hasil bertolak belakang. Menjadi lebih tinggi dan lebih berat dari rata-rata kelompoknya tentu saja tidak menguntungkan untuk meraih posisi menemukan bahwa para pemimpin lebih pintar daripada pengikut-pengikutnya . Satu penemuan yang signifikan adalah adanya perbedaan intelegensia yang ekstrim antara pemimpin dan pengikut yang dapat menimbulkan gangguan. Sebagai contoh, seorang pemimpin dengan IQ yang cukup tinggi berusaha untuk mempengaruhi suatu kelompok yang anggotanya memiliki rata-rata kemungkinan tidak akan mengerti mengapa anggota-anggotanya tidak memahami persoalannya. Sebagai tambahan, pemimpin seperti itu tidak dapat mengalami kesulitan dalam mengkomunikasikan ide-ide dan kebijaksanaan-kebijaksanaanya.


Kepribadian
Edwin Ghiselli melaporkan beberapa sifat kepribadian yang diasosiasikan dengan keefektivan pemimpin. Sebagai contoh ia menemukan bahwa kemampuan untuk memulai tindakan secara independen berhubungan dengan tingkat responden di dalam organisasi. Semakin tinggi tingkat seseorang di dalam organisasi, sifat ini menjadi semakin penting. Ghiselli juga menemukan bahwa keyakinan diri berhubungan dengan posisi hirarkis di dalam organisasi. Akhirnya, ia menemukan bahwa orang-orang yang menunjukkan individualitas merupakan pemimpin yang paling efektif.

TEORI SITUASIONAL HERSEY DAN BLANCHARD

Teori kepemimpinan situasional mengusulkan bahwa keefektifan keefektifan kepemimpinan tergantung pada kesesuaian antara kepribadian, tugas, kekuatan, sikap dan persepsi. Kepemimpinan yang berhasil dicapai dengan cara gaya kepemimpinan yang benar, yang menurut Harsey dan Blanchard bergantung pada tingkat kesiapan para pengikut.
Penekanan pada para pengikut dalam efektivitas kepemimpinan mencerminkan realitas bahwa para pengikutlah yang menerima atau menolak pemimpin tersebut. Terlepas dari apapun yang dilakukan oleh pemimpin, efektivitas bergantung pada tindakan para pengikut. Ini merupakan salah satu dimensi penting yang lama diabaikan atau diremehkan di sebagian teori kepemimpinan. Istilah kesiapan, sebagaimana didefinisikan oleh Hersey dan Blanchard, merujuk pada tingkat sampai mana orang memiliki kemampuan dan kesediaan untuk menyelesaikan tugas tertentu.

Sumber: http://id.shvoong.com/business-management/management/2279388-teori-kepemimpinan-teori-sifat-dan/#ixzz2fUJxKh8f

Tidak ada komentar: